ITB rank one university in the world, WHAT???

Siapa yang tidak tahu Institut Teknologi Bandung (ITB)? Penduduk Indonesia pasti tau ITB. Kalo mengaku mahasiswa ITB pasti citra diri berubah jadi anak pintar padahal buat lulus belum tentu sanggup. haha

Orang Indonesia dan fakta-fakta dari berbagai penilaian dari lembaga kependidikan sudah mengakui bahwa ITB merupakan Institut nomer 1 di Indonesia. Yang jadi tantangan sekarang, “Sanggupkah ITB menjadi Institut nomer 1 di dunia?”Mungkin hal yang agak sulit tetapi bukan mustahil menjadikan ITB Institut nomer 1 di dunia.

Untuk menjadikan ITB Institut nomer 1 dunia, diperlukan usaha ekstra dan kreatifitas. Proses ITB menjadi nomer 1 di dunia bisa dilakukan dengan Crative Problem Solving.Image

 

Explore the Challenge

Untuk memulai kita harus mencari pbjective dari pekerjaan kita dalam hal ini adalah menjadikan ITB Insistut nomer 1 di dunia. Setelah kita mempunyai objective yang kita fokuskan, mulailah mengumulkan data-data yang diperlukan dan relevan.

Misalkan kita menggunakan penilaian QS World University Rankings yang menggunakan indikator:

Academic peer review (40%)

 Recruiter review (10%)

Faculty student ratio (20%)

Citations per faculty (20%)

International orientation (10%)

 

Dari tiap tiap indikator tersebut, ITB harus menyesuaikan dan meningkatkan di faktor mana yang di rasa kurang.

Dari pengamatan yang dilakukan faktor yang di rasa masih kurang adalah di sisi akademiknya. Di penilaian Academic peer review, penyelenggara akan menilai dari banyak koresponden tentang prestasi dan materi pembelajaran di Institut yang sedang di nilai.

Kenyataannya di ITB sekarang ini, pembelajaran lebih banyak menggunakan teori-teori dan agak mengesampingkan praktek di lapangan. Mahasiswa lebih banyak di sodorkan soal-soal text book di banding praktek nyata beserta masalah yang paling mungkin akan timbul.

Generate Ideas

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, sebaiknya cara pembelajaran di ITB di ubah perlahan namun pasti untuk menghindari syok dari civitas akademik.

Mahasiswa di bimbing dosen atau asisten dosen mulai terjun ke lapangan dan merasakan masalah-masalah yang akan muncul nantinya. Jadi akan di buat seperti simulasi yang paling mendekati kenyataan.

Laboratorium ITB di modifikasi agar bentuknya menyerupai tempat kerja nanti dan mahasiswa tidak boleh terlalu di tuntun lagi dalam mengerjakan tugas namun tetap di pantau dan diberi masukan. Dengan mengadakan cara pembelajaran seperti itu di harapkan makin banyak inovasi yang tercipta dari ITB.

Kelak nama ITB akan semakin harum dan terkenal di mata masyarakat dunia. Koresponden yang menjadi sumber penilaian akan lebih berfikir postif dan mengenal ITB.

Prepare for Action

ITB sesegera mungkin merenovasi laboratorium yang memang berinterior laboratorium mahasiswa menjadi laborarorium perusahaan-perusahaan maju. Setiap detai harus di perhatikan bahkan sampai baju laboratoruim dan ID card.

Dosen atau asisten dosen juga merubah gaya mengajar dari yang mendikte berubah menjadi membimbing agar mahasiswa bisa menjadi semakin bebas namun terarah.

Buku-buku modul praktek juga di rubah isinya menjadi lebih padat dan tidak mendikte lagi.

Dari perubahan tersebut di yakini ITB bisa menjadi nomer 1 di dunia

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s