Telkom Speedy

Untuk menjawab soal UAS CI, kami akan membahas tentang metode SCAMPER dan Business Model Canvas dari TELKOM SPEEDY. Selamat membaca!

Substitute :

Produk speedy Telkom dapat mengubah saluran kabel mereka dengan menggganti bahan dasar kabel telefon Telkom yang saat ini digunakan yaitu tembaga menjadi fiber optic di setiap jaringan Telkom karena :

  • akses internet lebih cepat Lebar jalur besar dan kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan
  • Lebih murah dan aman – Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi.
  • Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruangKapasitas carrying lebih tinggi – Dikarenakan fiber optic lebih tipis dibanding kabel tembaga, maka akan tersedia banyak fiber yang dapat dijadikan carrier untuk lalu lintas data yang lebih besar dibandingkan kabel tembaga.
  • Degradasi lebih kecil – Degradasi signal akan lebih kecil dibandingkan kable tembaga.
  • Signal cahaya – Tidak seperti kabel tembaga, signal cahaya fiber optic tidak akan saling mengganggu saluran fiber optic yang ada di dalam 1 kabel.
    • Imun, kekebalan terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio
    • Non-Penghantar, tidak ada tenaga listrik dan percikan api
    • Tidak berkarat

Combine :

Menggabungkan system pelayanan internet speedy dengan menambahkan produk jasa lainnya seperti menambahkan fitur TV cable (streaming di computer), dengan ini telkom speedy dapat bekerja sama dengan anak perusahaan telkom lainnya seperti Telkom Vision untuk menciptakan layanan TV cable berbasis Internet sehingga para pengguna layanan telkom tidak perlu membeli 2 produk yang berbeda telkom vision dan Telkom speedy, dan selain itu masyarakat pun tidak perlu membeli TV karena dengan menggunakan computer atau laptop kita dapat menonton acara-acara stasiun televise nasional maupun internasional.

 Adaptation :

Seiring dengan berkembangannya jaman perusahaan Telkom Speedy harus bisa beradaptasi dengan demand yang ada dipasar, seperti :

  • Memberikan biaya internet yang murah dan terjangkau tanpa mengurangi kualitas pelayanan media internet
  • Memberikan keleluasaan kepada customer dalam menggunakan interner, (mencari solusi agara kabel-kabel Telkom dapat menjadi pemancar arus internet,/ WIFI) sehingga para customer memiliki keleluasaan dalam memakai internet dimana saja di dalam area rumahnya tanpa harus mencolokan kable internet

Modify:

Modify adalah tahap dimana mengubah bagian atau keseluruhan dari suatu produk. Tahap modifikasi pada produk Telkom speedy adalah memodifikasi service content dari speedy. Seperti yang telah diketahui, Telkom speedy memiliki service content sebagai berikut:

  • Melon Indonesia
  • Kanal Bola
  • Nusantara Online
  • Gol Online
  • ID Webstar
  • Pesona Edu
  • SIAP Online
  • Speedy Home Monitoring
  • Indismart
  • Speedy Protector
  • DDL Rapid

Service content seperti diatas dapat dimodifikasi dengan cara mengelompokan berdasarkan kategori, seperti:

  1. Entertainment Contents, yang berisi:
  • Melon Indonesia
  • Kanal Bola
  • Nusantara Online
  • Gol Online
  1. Education Contents, yang berisi:
  • ID Webstar
  • Pesona Edu
  • SIAP Online
  • Indismart
  1. Security Content, yang berisi:
  • Speedy Home Monitoring
  • Speedy Protector
  1. Download Content yaitu DDL Rapid

Modifikasi diatas dilakukan untuk membuat layanan service content menjadi lebih simple dan teratur.

Put to Another Use

Tahap ini adalah tahap dimana menggunakan produk untuk tujuan lain. Implementasi terhadap Telkom speedy adalah menggunakan layanan Telkom speedy sebagai jaringan untuk mengirim fax. Biasanya, fax dikirim menggunakan jaringan telepon, kini Telkom speedy menyediakan jaringan akses untuk mengirim fax melalui akses internet.

Eliminate

Eliminate adalah tahap mengeliminasi yaitu menghapus suatu bagian dari produk. Kami mendapatkan ide untuk mengeliminasi service content Indismart. Karena, Telkom speedy telah menyediakan service content Pesona EDU, yang berfungsi sama dengan Indismart. Sehingga, agar tidak membuat bingung para pengguna, sebaiknya konten yang berfungsi sama diajadikan satu service content saja.

Rearrange/Reverse

Tahap ini adalah tahap mengubah urutan atau mengatur ulang apa yang ada di dalamnya. Selama ini penggunaan internet di Indonesia bisa dibilang cukup lamban, dengan adanya Speedy Telkom ini kami berupaya mengubah pandangan terhadap internet dengan memberikan performansi yang jauh lebih cepat dibandingkan kompetitor lainnya.

Berikut ini adalah business model canvas dari TELKOM SPEEDY:

Sekian,

Terimakasih!

Advertisements

Imac bussiness model and Scamper from us

 

Image

SCAMPER ANALYSIS

 

Substitute                :           TV and Application Online shop

 

Combine                   :           Computer + TV

 

Adaptation               :           create selling price where people are able to affordand has a flexibility

 

Modify                      :           To minimize additional feature by using mouse as aremote TV and also has various size

 

Put the other           :           Fun education&Make things easier

 

Eliminating               :           eliminate the occupied room&waste of time

 

Rearrange                :           change people’s mindset that gadget could also beused for education and every day’s activity

ITB rank one university in the world, WHAT???

Siapa yang tidak tahu Institut Teknologi Bandung (ITB)? Penduduk Indonesia pasti tau ITB. Kalo mengaku mahasiswa ITB pasti citra diri berubah jadi anak pintar padahal buat lulus belum tentu sanggup. haha

Orang Indonesia dan fakta-fakta dari berbagai penilaian dari lembaga kependidikan sudah mengakui bahwa ITB merupakan Institut nomer 1 di Indonesia. Yang jadi tantangan sekarang, “Sanggupkah ITB menjadi Institut nomer 1 di dunia?”Mungkin hal yang agak sulit tetapi bukan mustahil menjadikan ITB Institut nomer 1 di dunia.

Untuk menjadikan ITB Institut nomer 1 dunia, diperlukan usaha ekstra dan kreatifitas. Proses ITB menjadi nomer 1 di dunia bisa dilakukan dengan Crative Problem Solving.Image

 

Explore the Challenge

Untuk memulai kita harus mencari pbjective dari pekerjaan kita dalam hal ini adalah menjadikan ITB Insistut nomer 1 di dunia. Setelah kita mempunyai objective yang kita fokuskan, mulailah mengumulkan data-data yang diperlukan dan relevan.

Misalkan kita menggunakan penilaian QS World University Rankings yang menggunakan indikator:

Academic peer review (40%)

 Recruiter review (10%)

Faculty student ratio (20%)

Citations per faculty (20%)

International orientation (10%)

 

Dari tiap tiap indikator tersebut, ITB harus menyesuaikan dan meningkatkan di faktor mana yang di rasa kurang.

Dari pengamatan yang dilakukan faktor yang di rasa masih kurang adalah di sisi akademiknya. Di penilaian Academic peer review, penyelenggara akan menilai dari banyak koresponden tentang prestasi dan materi pembelajaran di Institut yang sedang di nilai.

Kenyataannya di ITB sekarang ini, pembelajaran lebih banyak menggunakan teori-teori dan agak mengesampingkan praktek di lapangan. Mahasiswa lebih banyak di sodorkan soal-soal text book di banding praktek nyata beserta masalah yang paling mungkin akan timbul.

Generate Ideas

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, sebaiknya cara pembelajaran di ITB di ubah perlahan namun pasti untuk menghindari syok dari civitas akademik.

Mahasiswa di bimbing dosen atau asisten dosen mulai terjun ke lapangan dan merasakan masalah-masalah yang akan muncul nantinya. Jadi akan di buat seperti simulasi yang paling mendekati kenyataan.

Laboratorium ITB di modifikasi agar bentuknya menyerupai tempat kerja nanti dan mahasiswa tidak boleh terlalu di tuntun lagi dalam mengerjakan tugas namun tetap di pantau dan diberi masukan. Dengan mengadakan cara pembelajaran seperti itu di harapkan makin banyak inovasi yang tercipta dari ITB.

Kelak nama ITB akan semakin harum dan terkenal di mata masyarakat dunia. Koresponden yang menjadi sumber penilaian akan lebih berfikir postif dan mengenal ITB.

Prepare for Action

ITB sesegera mungkin merenovasi laboratorium yang memang berinterior laboratorium mahasiswa menjadi laborarorium perusahaan-perusahaan maju. Setiap detai harus di perhatikan bahkan sampai baju laboratoruim dan ID card.

Dosen atau asisten dosen juga merubah gaya mengajar dari yang mendikte berubah menjadi membimbing agar mahasiswa bisa menjadi semakin bebas namun terarah.

Buku-buku modul praktek juga di rubah isinya menjadi lebih padat dan tidak mendikte lagi.

Dari perubahan tersebut di yakini ITB bisa menjadi nomer 1 di dunia

 

 

 

 

Gibson Firebird X

Berikut ini adalah tahap-tahap inovasi:

1.      Problem definition

Dalam tahap pertama ini, dari masalah-masalah yang ada lalu dipilih salah satu. Lalu selanjutnya masalah tersebut dibuat solusinya. Masalah yang kami pilih adalah masalah yang didapat dari para gitaris. Masalah yang terjadi adalah sulitnya memainkan jenis musik yang berbeda-beda dengan jenis gitar yang juga berbeda. Seperti contohnya, gitar akustik hanya bisa dimainkan untuk memainkan musik akustik, jika ingin memainkan musik rock maka pemusik harus menggunakan gitar untuk jenis musik rock yaitu gitar listrik. Masalah itu sangat menyusahkan gitaris-gitaris yang ingin memainkan banyak jenis musik. Dan juga, masalah selanjutnya adalah repotnya musik yang sudah dimainkan namun tidak terekam dengan baik. Seperti contohnya, jika gitaris sedang memainkan asal dan ternyata suara yang dihasilkan menjadi sebuah alunan musik yang bagus, maka gitaris harus bisa mengulang kembali dengan mengingat-ingat nada mana yang dipetik dan juga jika gitaris ingin melakukan rekaman dari lagu yang dimainkan, rekaman tidak bisa dilakukan langsung (harus dengan alat rekaman tambahan).

2.      Idea Generation.

Selanjutnya adalah tahap menjadikan solusi dari masalah yang telah dipilih untuk menjadi ide. Ide-ide yang diciptakan dari solusi masalah yang ada dibuat dengan pemikiran yang out-of-the-box sehingga ide itu tidak terbatas dan juga ada keunikannya. Ide harus dapat menjawab dan menginterpretasikan solusi yang terpilih. Selanjutnya kami juga memikirkan apa manfaat yang didapat dari ide yang didapat dan juga kerugiannya. Setelah membaca masalah, dan memilih solusinya, kami memiliki penyelesaian yang didapat dari ide out-of-the-box, yaitu gitar Gibson Firebird X. Gitar Firebird X ini merupakan solusi dari masalah yang terpilih.

3.      Idea Selection.

Lalu di tahap ini adalah tahap pemilihan ide.

4.      Idea Implementation.

Di tahap ini adalah tahap dimana ide yang telah terpilih diimplementasikan menjadi sebuah barang yang ada wujudnya. Barang di sini hanya dibuat menjadi sebuah prototype yang awalnya hanya menjadi barang ujicoba dahulu. Fungsi dari pembuatan prototype adalah agar kami mengetahui bagaimana barang tersebut digunakan jika benar dibuat aslinya. Dengan prototype, kami melakukan berbagai ujicoba. Selanjutnya setelah menguji coba prototype, kami akan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari barang itu. Dengan itu, kami melakukan evaluasi beberapa hal dengan memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kelebihan barang itu.

5.      Improvement Process.

Proses improvisasi yang kami lakukan untuk produk gitar ini adalah berupa menambahkan semacam layar (lebih kecil sedikit dari iPad). Layar tersebut merupakan tempat dimana aplikasi-aplikasi ada. Sehingga gitar Gibson Firebird X dapat melakukan rekaman, editing, pencarian not, dan aplikasi lainnya. Improvisasi ini membuat gitra Gibson Firebird X berbeda dengan gitar-gitar lainnya.

Dalam menciptakan inovasi, diperlukan metode dalam brainstorming, salah satunya adalah IDEO. Dibawah ini adalah proses brainstorming dengan menggunakan metode ideo:

1. Understanding the product

Target market:

  •  Guitarists : professional and amateur
  • Guitar collector
  • Music studio owner
Features:
  • Revolutionary Audio Quality
  • Revolutionary Pickup Design
  • GoldTone™ Switching Technology
  • Pure Analog Updateable Audio Engine
  • Revolutionary Patch Morphing
  •  Acoustic Guitar Sounds
  • Hex Output Structure
  • Open Architecture
  • Revolutionary Battery Life
  • Blue Lightning™-Compatible Footpedals and Footswitch Unit
  •  Effects Software
  • Pedal Interconnections
  • Computer Interface
  • Low-Impedance Active Output
  • Direct Digital Output
  • Digital Varitone™ Tone Control
  • Real-Time Control
  • Live Performance Modes
  • Robo-Tuners
Marketing Kit:
  • Launching at Gibson Store and authorized dealer
  • Online promotional video
  • Website
  • Press events
  • Magazines advertisements
  • Brochures, posters, banners (in store)
  • News release
2. Observe
Dari observasi kami, banyak gitaris yang merasa bahwa untuk mengeksplorasi sound gitar mereka, diperlukan banyak instrumen tambahan untuk menghasilkan efek sound yang diinginkan. Dan juga, untuk meng-install instrumen untuk efek diperlukan waktu sehingga kurang efisien Maka dari itu, kami menghadirkan Gibson Firebird X sebagai solusi dari masalah yang dialami para gitaris.
3. Visualize
Berikut ini adalah visualisasi dari Gibson Firebird X
4. Evaluate and refine
Setelah membuat design dan prototype dari Gibson Firebird X ini, kelompok kami mengevaluasi kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam gitar ini. Kami juga meriset kebutuhan para gitaris sehingga kami dapat membuat fitur semaksimal mungkin yang ada pada gitar Gibson Firebird X ini.
5. Implement
Pada tahap ini, kami melakukan proses peluncuran produk, promosi, dan penjualan dengan strategi-strategi marketing yang telah kami rancang sebelumnya.

 

Kreativitas dan Inovasi

Sebelum membahas hubungan dari kedua kata ini, kita harus tau dulu pengertian dari masing-masing kata.

Apa itu Kreatif?

Sesuai dengan kamus yang ada, kreatif merupakan kata sifat yang memiliki ati memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yang menghendaki kecerdasan dan imajinasi.

Apa itu Inovasi?

Inovasi sendiri dapat diartikan sebagai proses atau hasil dari pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis). Dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk, proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan.

Dari pengertian diatas, kita dapat menyimpulkan hubungan dari kreatif dan inovasi, yaitu:

Nah, sesuai dari contoh diatas, bisa kita ketahui bahwa jika kita memiliki pemikiran atau memiliki daya cipta serta kemampuan untuk menciptakan hal baru, maka kita dapat memprosesnya menjadi sebagai sebuah inovasi yang tentunya dapat memberikan pengaruh perubahan baik ke diri kita sendiri maupun ke lingkungan sekitar.

Tidak bisa kita pungkiri juga bahwa pada era globalisasi sekarang ini, tentunya persaingan dalam segala bidang semakin ketat. Apalagi di dalam dunia ekonomi dan bisnis, persaingan tentunya semakin ketat. Nah disinilah kreatifitas dan inovasi sangat dibutuhkan, dengan bersikap kreatif dan inovatif, tentunya kita dapat menghasilkan sesuatu yang berbeda denegan yang lain, serta membawa perubahan dan pasti akan berpotensi menjadi terdepan.

Untuk mengembangkan sikap kreatif dan inovatif itu tidak mudah. Memang pada dasarnya sifat itu telah dimiliki oleh setiap orang, tetapi tidak semua orang mampu mengembangkannya. Untuk mengembangkannya, tentunya dibutuhkan kesungguhan serta ketekunan.

Inovasi dan kreativitas berbeda wilayah, domain yang sama, tetapi memiliki batasan yang tegas. Seperti bagan diatas, dapat dilihat bahwa proses kreatif merupakan langkah pertama menuju inovasi yang tentunya terdiri dari beberapa tahap. Kreatifitas berkaitan dengan produksi kebaruan dan ide yang bermanfaat, sedangkan inovasi berkaitan dengan produksi atau adopsi ide yang bermanfaat dan implementasinya.

Terdapat beberapa sumber kreativitas diantaranya adalah wawasan, pengetahuan imajinasi, logika, intuisi kejadian-kejadian kebetulan, evaluasi lingkungan, juga rangsangan eksternal. Dan juga terdapat tiga elemen kreativitas yaitu sensitivitas (kemampuan mengetahui adanya persoalan, menyisihkan detail dan fakta yang menyesatkan), sinergi (kemampun menemukan totalitas sistem dengan memadukan elemen-elemennya), dan serendivitas (kemampuan menangkan esensi dari suatu kejadian yang terjadi secara kebetulan).

Nah kreatifitas sendiri merupakan kemampuan alami manusia yang telah dianugrahkan, setiap orang mampu memiliki kreatifitas yang tinggi karena mereka menginginkannya.

Terdapat beberapa faktor penghambat kreatifitas diantaranya adalah hambatan preseptual. Hambatan perceptual adalah kekauan dari persepsi (konsep, orang, obyek terbatas), pembatas/asumsi, serta sudut pandang. Hambatan berikutnya adalah hambatan emosional yaitu dimana seseorang memiliki ketakutan salah, tidak mampu, khawatir dikritik orang lain, serta takut memiliki resiko gagal. Hambatan ketiga adalah hambatan cultural yaitu keengganan untuk bersinggungan dengan norma masyarakat yang sudah berlaku. Yang terakhir adalah hambatan intelektual dan ekspresi.

Nah sedangkan untuk meningkatkan inovasi guna menghadapi dinamika perubahan dan kompetisi yang sangat tajam dan ketat, tentunya terdapat berbagai macam cara diantaranya:

  1. Memiliki visi untuk berubah
  2. Memerangin ketakutan akan perubahan
  3. Berfikir seperti pemodal yang berani mengambil resiko
  4. Memiliki suatu rencana usulan yang dinamis
  5. Mematahkan aturan
  6. Menerima kegagalan
  7. Bersemangat

Nah, jadi dari penjelasan diatas, tentunya telah terlihat jelas pentingnya kreatif dan inovatif serta hubungan diantara kedua hal tersebut. Maka, fokuslah edngan segala sesuatu yang ingin diubah. Siap dan senantiasa bergairah dan bersemangat dalam menghadapi dan menanggulangi berbagai tantangan. Tk ada gunanya jika mengisi bus dengan penumpang yang selalu merasa asyik dengan dirinya sendiri. Maka, kita harus meyakini bahwa dibutuhkan keyakinan untuk mencapai tujuan yang penting dan bermanfaat!

 

Terimakasih